Me Coming Back From Hiatus
Dear All,

Udah lama banget ya saya nggak muncul. Mungkin bahkan lebih lama daripada beruang kutub yang tidur sepanjang winter *berlebihan*. Salah satu alasan saya tidur sekian lama adalah karena saya tidak punya uang untuk beli parfum baru eh.. maksudnya tidak menemukan
 yang cukup menarik hidung saya untuk direview. Setelah beberapa saat, semua parfum terkesan sama di hidung saya. Atau yang satu mengingatkan pada yang lain. Atau tidak lebih merupakan buntut yang lain. Mungkin hidung saya yang terlalu menuntut banyak. Mungkin juga memang sudah tidak ada originalitas di dunia ini.

Anyway, ada beberapa parfum yang saya punyai yang mengantri untuk di review. Ada yang agak mengejutkan hidung saya (Lanvin Eclat Arpege), ada yang merupakan hasil penasaran saya selama ini karena begitu banyak yang memuji tapi entah kenapa saya tidak pernah berhasil mendapatkan vialnya (Carolina Hererra Sexy), ada yang merupakan hasil kejutan dari seorang teman (Victor & Rolf Flowerbomb), dan ada juga yang baunya membuat saya penasaran setelah melihat reviewnya di blog lain (Guerlain My Insolence dan Lanvin Rumeur).

So, keep in touch (tapi nggak perlu ditongkrongin setiap hari juga... he..he..). I'll be right back with some reviews. Dan semoga mood saya tetap bagus untuk mencium dan menulis. ^_^

Sincerely Yours,
MNN.

Labels:


Semerbak Mewangi Sunday, September 7, 2008; 11:02 PM
|
Burberry The Beat
Burberry The Beat adalah salah satu parfum yang paling saya tunggu tahun ini. Mungkin karena saya sedang suka-sukanya dengan kotak-kotaknya Burberry (bahkan saya sedang mencari seprai dengan motif Burberry) atau mungkin juga karena setahu saya Burberry belum pernah mengeluarkan parfum yang kesannya anak muda sekali. Meski diberitakan Burberry The Beat diilhami dari musik Kasabian, Dirty Pretty Things, Razorlight, the Arctic Monkeys and The Fratellis dan menggambarkan rasa yang sangat British (Ceylon tea, iris accord, and bluebell), lupakan itu semua. Anda mau mendapatkan parfum yang bagus, bukan musik.

Ketika pertama kali membuka botol mininya, saya mendapatkan serangan alkohol (citrus?) dadakan. Untungnya, serangan itu tidak gencar. Perlahan, The Beat mulai menampilkan sosok aslinya. Mungkin di sinilah bau teh, iris dan bluebell yang diagungkan Burberry bermain. Yang jelas hasilnya adalah bau bunga yang berbaur enak dengan bau teh. Pergerakan antara top note dan middle note tidak terlalu drastis, bahkan mungkin sulit dibedakan. Yang jelas, saat turun ke basenote, rasa manis ini membaur menjadi kayu-kayuan yang hangat. Membuat The Beat feminim dan pada saat yang bersamaan sedikit maskulin.

Secara keseluruhan, saya menyukai The Beat. Di tengah-tengah trend parfum super manis yang akhir-akhir ini saya cium, The Beat menampilkan sesuatu yang beda. Memang baunya tidak luar biasa original ataupun menggemparkan, tapi saya suka bagaimana The Beat cocok untuk perempuan yang ingin feminim, tapi tidak terlalu feminim.

Perempuan The Beat adalah perempuan yang memiliki jiwa maskulinitas. Ia perempuan modern yang suka beraktivitas dan bahkan tidak keberatan 'mencuri' parfum laki-laki. Pemakai The Beat tidak harus muda, tapi yang penting berjiwa muda. Persis seperti image Agyness Deyn yang menjadi model Burberry The Beat ini.

The Beat bukanlah parfum yang menonjol atau menarik perhatian orang. Ia tidak membuat orang merasa nyaman ataupun membuat seseorang merasa sedang memakai parfum, kecuali ia sibuk menciumi pergelangan tangan saya. Di dalam ruangan berAC, The Beat berlaku seperti iklannya, menari-nari dan kemudian menyelinap pergi. Tapi jangan khawatir, ia akan kembali lagi. The Beat tahan menari-nari selama satu hari penuh. Bahkan jika dipakai di luar ruangan, Anda tidak perlu khawatir The Beat berubah menjadi minyak nyong-nyong.

Burberry The Beat dibuat oleh perfumer Dominique Ropion (Frederic Malle Carnal Flower, Givenchy Amarige), Olivier Polge (Viktor & Rolf Flowerbomb) dan Beatrice Piquet (Lalique classic). Notes dalam The Beat adalah bergamot, mandarin, Ceylon tea, cardamom, pink pepper, bluebell, iris, white musk, vetiver dan cedarwood.

Labels: , , , ,


Semerbak Mewangi Friday, May 2, 2008; 12:01 AM
|
Estee Lauder Bali Dream

Tidak banyak khayalan dalam hidup saya yang berubah menjadi kenyataan. Yang pertama adalah ketika Nodame Cantabile dibuat versi live action dengan nyaris sempurna dan yang kedua adalah ketika saya mendapat Estee Lauder Bali Dream lebih cepat dari perkiraan saya (Saya sempat putus asa lantaran teman saya yang ke London terlalu sibuk buat mampir ke Duty Free). Berkat seorang bakul parfum online, parfum yang katanya travel exclusive ini bisa jatuh ke tangan saya.

Oke. Berhenti dulu curhatnya, mari kita bicarakan Bali Dream. Sebagaimana tertulis di post saya sebelumnya, saya berharap mencium bau kemenyan Bali atau sesuatu yang eksotis di dalam parfum ini. Akan tetapi apa yang cocok untuk pura di Bali belum tentu cocok untuk kita pakai. Mungkin ini yang membuat Estee Lauder tidak mencemplungkan aneka kemenyan Bali di dalam botolnya. Jadi apa yang saya dapat?

Pertama-tama, mencium bunga-bungaan dan sesuatu yang spicy. Tentunya ini gabungan antara jahe (ginger) dan anggrek. Gabungan ini, entah mengapa mengingatkan pada Calvin Klein Euphoria Blossom yang merupakan salah satu favorit saya. Saya tidak keberatan sih, hanya saya tidak terasa seperti Bali. Masuk ke tengah, mulai terasa hawa pulau tropisnya (meski tidak berarti harus Bali). Meski tidak ditulis note kelapa, entah kenapa note yang paling kuat saya rasakan adalah note kelapa. Bau kelapa yang enak sih meskipun untuk orang Indonesia seperti saya kelapa bukanlah sesuatu yang eksotis. Saya berharap si kepala eh kelapa ini cepat-cepat menyingkir. Sialnya, dia masih ngotot untuk bertahan meskipun akhirnya hilang ditelan basenotes hangatnya yang merupakan gabungan cedar, vanila, vetiver dan temple wood (kok note coconut malah di basenote sih?)

Secara keseluruhan, saya cukup menikmati Bali Dream ini. Bali Dream adalah parfum yang gampang dipakai dan diterima serta merupakan hadiah yang menyenangkan bagi siapapun. Bali Dream memang tidak menggambarkan Bali seutuhnya. Saya hanya bisa membayangkan seseorang gadis muda memakai ini untuk pesta pantai malam di pantai Bali, tetapi tidak cukup untuk membuat seseorang berkata, "Wow! You Smell Like Bali!" Tapi, yah.. namanya juga orang jualan. Dan jika usaha Estee Lauder ini bisa membuat lebih banyak orang datang ke Bali, saya sama sekali tidak keberatan. Sekarang saya menunggu 7:15 am in Bali dari Kenzo. Kapan ya masuk Indonesia?

PS: Waktu di Bali, saya malah pakai DKNY Be Delicious. Rasanya malah lebih cocok dengan udara panas Bali saat itu.

Note: Ginger, Orchid Leaves, Moon Orchid, Pepper, Ylang Ylang, Cassia, Jasmine, Gardenia, Tagete, Plum, Tuberose, Cedar, Vanilla, Coconut, Haitian Vetiver, Temple Wood

Labels: , , , , , ,


Semerbak Mewangi Thursday, April 24, 2008; 1:01 AM
|
Jean Paul Gautier Fleur du Mâle
Laki-laki, bunga, dan parfum. Tiga hal ini sebenarnya bukan hal yang umum dalam dunia wewangian laki-laki yang umumnya terkesan pahit atau segar ala citrus. Akan tetapi Jean Paul Gaultier (JPG) dengan bantuan perfume maker Francis Kurdjistan berani mengobok-obok pakem ini dengan menciptakan Fleur du Mâle pada tahun 2007.

Nama Fleur du Mâle itu sebenarnya merupakan plesetan dari koleksi puisi Charles Baudelaire, yaitu Les Fleurs du Mal atau “The Flowers of Evil.”

Saya tahu saya akan menghadapi rentetan bunga-bungaan (seperti namanya) ketika mencium Fleur du Mâle, tetapi saya sama sekali tak mempunyai bayangan. Seperti apa parfum bunga untuk laki-laki?

Sesosok bunga yang lembut dan feminim langsung menyergap saya ketika saya menyemprotkan Fleur du Mâle ke tangan saya. Inikah nuansa Pettigrain (orang saya nggak tahu juga wangi aslinya kaya' apa yang jelas lembut, bow!) Wow! Dan JPG berani menyebut ini parfum laki-laki? Laki-laki normal mana yang mau memakainya?

"Lelaki yang 100% Gautier" begitu pembelaan tertulis di vialnya. Hmm.... oke, deh.

Diberi kesempatan lebih lama, Fleur du Male mulai menampakkan sedikit identitasnya sebagai parfum laki-laki. Ada bau bunga pahit yang saya curigai sebagai gabungan orange blossom dan fern accord. Memang sih membuat Fleur du Mâle terasa laki-laki, tetapi tidak cukup jantan. Setelah mengering, saya malah merasa ada sentuhan ada bedak. Lelaki aneh, saya pikir. Dari sok jantan eh malah pakai bedak.

Sebenarnya Fleur du Mâle cukup pantas bila dipakai oleh laki-laki. Lelaki Fleur du Mâle adalah lelaki muda yang flamboyan, paham akan trend dan fashion dan baunya yang nggak nyegrok tidak akan membuat perempuan manapun keberatan duduk di sampingnya. Bahkan saya takkan heran kalau perempuan sendiri yang membeli parfum ini untuk dipakai diri sendiri. Tapi apakah perempuan mau lelaki mereka memakai ini? Now that's another question. Tanpa mempersoalkan orientasi gender, hanya ada dua laki-laki yang terpikir di otak saya saat mencium Fleur du Male: Oskar Lawalata dan Boy George.

Notes : Petitgrain, Orange Blossom, Fern Accord, Coumarin
Klasifikasi : Aromatic Fougere
Daya Tahan : 6 jam-an
Cocok Untuk: Someone like Oskar Lawalata or Ivan Gunawan?
Wangi Serupa: -

Labels: , ,


Semerbak Mewangi Thursday, April 17, 2008; 1:26 AM
|
DKNY Be Delicious Man

Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman saya pada saat mencium Be Delicous versi cewek. Citra perempuan yang ceria, segar, bersemangat segera menyembul dalam ingatan saya. Bahkan adik laki-laki saya yang tidak pernah punya pendapat tentang parfum, segera menyukai kesegarannya. Karena itu, ketika saya menemukan mini Be Delicious cowok, saya langsung 'menculiknya'.

Saya berharap akan mendapat kesegaran ala Be Delicious cewek. Saya berpikir saya akan menemukan seorang laki-laki yang menyenangkan, laki-laki yang suka mengeluarkan lelucon, bersemangat dan selalu tersenyum. Akan tetapi, harapan saya langsung meredup pada ciuman pertama. Gabungan antara green apple, coffee granita, citrus memang membuat Be Delicious cerah, tetapi tidak secerah yang saya bayangkan. Mungkin DKNY tidak mau membuat Be Delicious kelihatan murahan (memang bau citrus kalau nggak hati-hati ditangani bisa jadi terkesan murahan dan pasaran). Karena itu ada unsur kopi yang membuat Be Delicious lebih berkelas. Meskipun tidak secerah yang saya bayangkan, saya pikir ini adalah bau yang mudah diterima. Laki-laki tidak akan keberatan pakai ini, perempuan juga akan mudah menerimanya.

Lima belas kemudian, Be Delicious masuk ke heart/middle notes. Baunya berubah menjadi sesuatu yang tidak saya sukai. Heran juga saya melihat bagaimana perpaduan pomarose apple dan coffee absolute justru menjadi sesuatu yang pahit dan tidak saya sukai. Kesannya malah sama dengan parfum-parfum pahit di luar sana. Untunglah bau pahit ini tidak lama-lama tinggal. Sekitar lima belas menit kemudian, Be Delicious sudah sampai ke bagian base notes. Bye bye bau pahit, welcome bau yang lebih hangat. Hmm... rupanya begini ya gabungan antara apple wood, coffee wood, dan dark woods. Dari laki-laki yang cerah dan berkesan modern, Be Delicious berubah menjadi laki-laki yang hangat. Menurut DKNY, ini adalah bagian yang sensual. Tapi menurut saya, ini adalah bau yang kamu harapkan jika Anda memeluk suami atau pacar di bawah hujan atau di depan perapian. Bau laki-laki yang menghangatkan jiwa.

Secara keseluruhan, Be Delicious Man adalah parfum yang enak, tapi tidak terlalu mem'wow'kan saya. Saya dengan mudah membayangkan Be Delicious Man diterima laki-laki atau perempuan. Perempuan tidak akan keberatan mencium ini dari tubuh suami, pacar, ayah, kakak, teman, atau teman kerja tapi parfum ini tidak akan membuat Anda menjadi pusat perhatian. It's simply delicious. But not that delicious.

Labels: , , ,


Semerbak Mewangi Thursday, April 10, 2008; 6:42 PM
|
Ralph Lauren Style
Pagi baru saja naik dan matahari baru mulai menggeliatkan cahayanya dari balik pepohonan ketika saya berjalan keluar dengan Style di pergelangan tangan saya. Style sedikit mengingatkan saya pada Armani Diamonds yang tidak langsung keluar wanginya ketika disemprot di leher. Ataukah semprotan di tiga titik kurang banyak? Hmm...

Meski notesnya Style melampirkan sejumlah aroma, terus terang saya tidak dapat mengenalinya satu persatu. Style dibuka dengan sesuatu yang segar. Saya curiga itu lime. Namun kesegarannya tidak semeriah aroma DKNY Be Delicious. Saat mengering, saya merasa ada gabungan antara bunga, kayu-kayuan dan dedaunan. Endingnya mengingatkan saya pada SJP Lovely.
Penasaran, beberapa hari kemudian, saya mencoba mengenakan SJP Lovely di tangan kiri dan Lauren Style di tangan kanan. Meskipun sama-sama satu semprotan, Lovely yang tadinya saya pikir adalah gadis yang anggun, ternyata dengan cepat mengganas dan menguasai situasi dengan kemanisannya. Saya jadi membayangkan Carrie Sex in the City dengan baju balet pink menendang Charlotte keluar dari panggung. Bahkan juga ketika Lovely mengering.

Baru kemudian, saya mulai merasakan perbedaan karakter Lovely dan Style. Style adalah gadis seperti dikatakan oleh salah satu situs jualan sebagai:

A modern floral blend wrapped in a soft blanket of suede, sensual musk, and sleek woods. Classic, timeless, elegant - it's the way you live your life.
Style adalah gadis modern yang mandiri, cerdas, elegan, trendy, mungkin sedikit maskulin, tetapi tidak kehilangan ciri keperempuanannya. Ia bukanlah si pemimpi seperti Tommy Dreaming ataupun si romantis seperti Lovely, tapi ia realistis dan punya wawasan luas dalam memandang hidup. Ia juga tidak terlalu lincah seperti DKNY Be Delicious, tapi juga tidak ambisius seperti CK Euphoria.

Lauren Style adalah parfum aman yang bisa diberikan untuk perempuan hampir di segala usia. Tapi pada saat yang bersamaan, mungkin juga terlalu aman dan mudah terlupakan.
Notes : Kumquat, lime, tangerine, Bulgarian rose, nectarine blossom, orange blossom, violet leaves, gardenia, jasmine, tuberose, hedione, magnolia, patchouli, woods, musk, heliotrope, benzoin, vanilla
Klasifikasi : Floral
Daya Tahan : 3-5 jam
Cocok Untuk: Perempuan hampir di segala usia
Wangi Serupa: ?

Labels: ,


Semerbak Mewangi Friday, April 4, 2008; 2:07 AM
|
Bali Dalam Dua Botol Parfum
Ada banyak tempat di dunia ini yang telah diabadikan dalam botol parfum. Burberry memiliki Burberry Brit dan Burberry London. DKNY meluncurkan Red Delicious/ Be Delicious yang menggambarkan kota New York. Kenzo tentu saja memiliki Kenzo Tokyo. Bagaimana dengan Indonesia?

Saya sempat berpikir, kalau ada tempat yang pantas diabadikan dalam botol, tempat itu adalah Bali dan Jogja (mungkin masih banyak yang lain.. tapi yang terpikir baru dua tempat itu). Parfum tentang Bali merupakan gabungan dari bau kemenyan (in a good sense lho) dan bau pantai. Pokoknya kesannya mistis tapi ramah dan relaks. Sementara Jogja punya bau nostalgia, tradisi sekaligus kesederhaan.

Makanya seperti mimpi menjadi nyata ketika Estee Lauder dan Kenzo meluncurkan parfum dengan tema Bali.

Dari themoodiereport.com


Estée Lauder offers exclusive Bali Dream - 21/02/08
By Rebecca Mann

UK. Estée Lauder is poised to unveil its third travel retail exclusive fragrance, called Bali Dream. It will begin rolling out worldwide in the channel from March. Its exclusive predecessors were Pleasures Exotic (2004) and Emerald Dream (2007).
As the fragrance name suggests, this latest exclusive concept was inspired by the island of Bali. The scent is designed to evoke a flower-filled world full of tropical breezes. Estée Lauder’s exclusive Bali Dream collection.
The top notes feature a profusion of Bali’s most prized flowers, according to Lauder, notably moon orchids, magnolia and ginger. These lead to a heart of Chinese cassia, Indonesian jasmine, pepper, ylang ylang, gardenia, muguet and apple, on a base of woods and vanilla.

Sedangkan berita mengenai Kenzo dari Sympatico MSN:

New Fragrance By Kenzo
(BUM) Kenzo is launching a new fragrance called 7:15
AM IN BALI.

Kenzo is presenting their new perfume that they hope will inspire tourists to come to Indonesia, reported OsMoz. This fragrance is the first one in its collection to hit the airports and travel stores. There will be other products that will follow from this collection later this year.

7:15 AM IN BALI was created by Daphne Bugey at Firmenich. The perfume is described as delicate and suave, offering a blend of vanilla and orchid scents, with an essence of jasmine and passion fruit. The fragrance will be available in April.


Promosi Indonesia melalui sebuah parfum. Menarik, bukan? Pasti bapak menteri pariwisata kita nggak kepikiran. Ah, sekarang saya malah bermimpi setiap bagian Indonesia diabadikan dalam botol parfum. Hanya saja jangan ingatkan saya akan bau sampah sungai ciliwung, bau ibu-ibu yang mengantri minyak tanah atau bau sisa-sisa banjir atau bau hutan Kalimantan yang terbakar. Biarkan saya bermimpi dulu ya.

Labels: , ,


Semerbak Mewangi Wednesday, April 2, 2008; 2:01 AM
|
Tentang Saya
Minyak Nyong Nyong hanyalah pecinta wewangian biasa, bukan pakar parfum apalagi penjual minyak nyong nyong. Sehari-hari, ia bekerja sebagai editor di sebuah penerbitan nasional. Di waktu luang, ia suka membaca buku, menulis, mencoba parfum baru (termasuk yang palsu), serta mengumpulkan miniatur parfume. Sampai sekarang niat mencium bau minyak nyong nyong belum juga kesampaian. Parfum kesukaannya antara lain Christian Dior's J'adore, Vera Wang, Calvin Klein's Euphoria Blossom, dan Sarah Jessica Parker's Lovely.

Sedang Memakai: Armani Diamonds

mail the cat
It's My Multiply

Tentang Kamu



Biang Wangi Lain

Sebelumnya...

Terima Kasih
Tata Letak: Blurrz
Sumber: Pootato; Portfelia

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Lifestyle Blogs - BlogCatalog Blog Directory Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com
blog-indonesia.com
Indonesia To Blog -Top Site

INDONESIA BLOG DIRECTORY