
Laki-laki, bunga, dan parfum. Tiga hal ini sebenarnya bukan hal yang umum dalam dunia wewangian laki-laki yang umumnya terkesan pahit atau segar ala citrus. Akan tetapi Jean Paul Gaultier (JPG) dengan bantuan perfume maker Francis Kurdjistan berani mengobok-obok pakem ini dengan menciptakan Fleur du Mâle pada tahun 2007.
Nama Fleur du Mâle itu sebenarnya merupakan plesetan dari koleksi puisi Charles Baudelaire, yaitu
Les Fleurs du Mal atau “The Flowers of Evil.”
Saya tahu saya akan menghadapi rentetan bunga-bungaan (seperti namanya) ketika mencium Fleur du Mâle, tetapi saya sama sekali tak mempunyai bayangan. Seperti apa parfum bunga untuk laki-laki?
Sesosok bunga yang lembut dan feminim langsung menyergap saya ketika saya menyemprotkan Fleur du Mâle ke tangan saya. Inikah nuansa Pettigrain (orang saya nggak tahu juga wangi aslinya kaya' apa yang jelas lembut, bow!) Wow! Dan JPG berani menyebut ini parfum laki-laki? Laki-laki normal mana yang mau memakainya?
"Lelaki yang 100% Gautier" begitu pembelaan tertulis di vialnya. Hmm.... oke, deh.
Diberi kesempatan lebih lama, Fleur du Male mulai menampakkan sedikit identitasnya sebagai parfum laki-laki. Ada bau bunga pahit yang saya curigai sebagai gabungan orange blossom dan fern accord. Memang sih membuat Fleur du Mâle terasa laki-laki, tetapi tidak cukup jantan. Setelah mengering, saya malah merasa ada sentuhan ada bedak. Lelaki aneh, saya pikir. Dari sok jantan eh malah pakai bedak.
Sebenarnya Fleur du Mâle cukup pantas bila dipakai oleh laki-laki. Lelaki Fleur du Mâle adalah lelaki muda yang flamboyan, paham akan trend dan fashion dan baunya yang nggak nyegrok tidak akan membuat perempuan manapun keberatan duduk di sampingnya. Bahkan saya takkan heran kalau perempuan sendiri yang membeli parfum ini untuk dipakai diri sendiri. Tapi apakah perempuan mau lelaki mereka memakai ini?
Now that's another question. Tanpa mempersoalkan orientasi gender, hanya ada dua laki-laki yang terpikir di otak saya saat mencium Fleur du Male: Oskar Lawalata dan Boy George.
Notes : Petitgrain, Orange Blossom, Fern Accord, Coumarin
Klasifikasi : Aromatic Fougere
Daya Tahan : 6 jam-an
Cocok Untuk: Someone like Oskar Lawalata or Ivan Gunawan?
Wangi Serupa: -
Labels: Fleur du Male, Floral, JPG